Komplikasi perifer akibat diabetes mellitus masih menjadi penyebab utama rawat inap berulang dan kecacatan permanen di Indonesia. Kerusakan mikrovaskular dan makrovaskular yang tidak terdeteksi sejak dini sering kali berkembang menjadi ulkus kompleks yang sulit disembuhkan.
Peran Pemeriksaan Ankle Brachial Index
Skrining sirkulasi pembuluh darah perifer menggunakan Ankle Brachial Index merupakan langkah krusial dalam menilai status perfusi jaringan jaringan distal. Alat diagnostik non-invasif ini memberikan gambaran objektif mengenai ada atau tidaknya penyakit arteri perifer sebelum gejala klinis berat muncul.
Ketika tingkat perfusi terganggu, suplai oksigen dan nutrisi ke jaringan kaki terhambat secara signifikan. Hal ini memperlambat proses penyembuhan luka dan meningkatkan kerentanan terhadap infeksi bakteri anaerob.
Intervensi Endovaskular Dan Revaskularisasi
Pada kasus ischemia yang mengancam tungkai, tindakan revaskularisasi melalui percutaneous transluminal angioplasty dapat memulihkan aliran darah arteri. Kombinasi intervensi endovaskular dengan debridemen luka yang agresif serta perawatan luka modern terbukti menyelamatkan tungkai dari tindakan amputasi mayor.
Kolaborasi Multidisiplin Dalam Perawatan
Penanganan kaki diabetik tidak dapat berdiri sendiri tanpa sinergi antara ahli bedah vaskular, endokrinologis, dan edukator luka. Protokol terpadu yang terstruktur menjamin kontrol glikemik yang ketat bersamaan dengan perbaikan sirkulasi darah pasien.
